Senin, 13 Juli 2009

TEORI MEDIA MASSA KONTEMPOREN

TEORI MEDIA MASSA KONTEMPOREN

Teori media massa kontemporen muncul karena banyak negara yang tidak pas dengan 4 teori pers,yaitu
1.teori otoritarian
2.teori libertarian
3.teori tanggung jawab sosial
4.teori soviet komunis.
Maka muncul Teori berkelanjutan,yaitu:

5.teori media pembangunan
Latar belakang terbentuknya teori media pembangunan adalah:
Karena dalam penerapan 4 teori pers sebelumnya membutuhkan persyaratan,yaitu tersedianya infrastruktur, khalayak/audien, materi/uang, professional/pekerja media. Sedangkan syarat tersebut sulit di penuhi oleh negara yang sedang berkembang,yang masih memiliki banyak keterbatasan.Maka di bentuklah teori media pembangunan

Tujuan media pada teori media pembangunan adalah:
1.Mendukung tercapainya tujuan pembangunan nasional,baik ekonomi, sosial, kultural, dan politik
2.Mendukung usaha mengejar ketertinggalan kultural dan informasi di banding negara-negara maju
3.Mendukung demokrasi
4.Mendukung usaha menggalang solidaritas dengan negara-negara berkembang lainnya

Contoh kasus:
Negara Indonesia yang pada awalnya menerapkan teori media pembangunan karena negara masih berkembang,namun terpeleset menjadi teori otoritarian pada massa orde baru.Di mana jelas terlihat pada massa orde baru,kebebasan pers seolah terkunci rapat,pemerintah memiliki kontrol yang kuat dan cenderung otoriter. Media yang berani mengkritik kebijakan pemerintah di bredel,bahkan orang yang berani menyuarakan ktitikannyapun di tembak atau bahkan di ungsikan.

6.Teori media demokratik partisipan
Latar belakang,
Yang ingin di kembangkan dari teori ini adalah demokrasi,Berkembang di tengah semakin kuatnya kritik terhadap praktek media massa yang mengarah pada monopoli dan dominasi.Media massa besar di dukung oleh kekuatan modal.Teori media demokratik partisipan berkembang dari teori libertarian dan tanggung jawab sosial.

Kasus Indonesia setelah tahun 1998,yang mana bermunculan stasiun tv swasta ,setelah keadaan Indonesia semakin stabil,maka industri media massa semakin di monopoli .

Dampak dari teori demokratik partisipan adalah:
1.Kapitalisme media menjadi kekuatan yang tak terbendung,karena dapat mempengaruhi system politik sosial di dalam satu negara
2.Monopoli media berarti monopoli informasi dan individu atau kelompok masyarakat
3.Monopoli dapat mengganggu demokrasi
Dari semakin bertambahnya stasiun tv dan berpusat di Jakarta,maka banyak acara tv yang tidak sesuai dengan berbagai daerah di Indonesia.Sebagai contoh acara tv yang menyiarkan pola hidup remaja perkotaan yang konsumtif dan mewah ,pastinya ini tidak sesuai dengan remaja di papua atau di daerah pedalaman kalimantan yang masih kental dengan tradisi dan budaya mereka.
Dengan struktur ekonomi yang materialistis tersebut,maka tidak ada kepentingan-kepentingan daerah,lalu muncul kritik dan terbentulah teori demokratik partisipan dengan konsep :beragam,skala kecil,lokal,non institusional,media yang berkomitmen pada interaksi antara sumber.Maka bermunculan tv/radio komunitas(lokal)

By: Kharizma Ayu

1 komentar:

Unknown on 19 Februari 2017 pukul 17.12 mengatakan...

Boleh minta teori media pembangunan nya yang lengkap nggk, soalnya saya udh nyari2 tapi nggk ketemu2 juga
Terimakasih

Posting Komentar

Kasi komentar iaaa......:)

 

Blogroll

Site Info

Text

The Journal Magz Copyright © 2009 WoodMag is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template